Ujub 4

MASIH MUDA TAPI UJUB

بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ, أَمَّا بَعْدُ:

Semoga tulisan ini menjadi penasehat bagi para pemuda, pemula yang baru mengecap sedikit ilmu tapi dihinggapi sifat ujub dan sombong sehingga tidak beradab kepada guru dan atau ulamanya.

Berkata Imam Al Albani rahimahullah:
[ آفـة الشبـاب المسلم فـي العصر الحاضر هـو أنهـم لمجرد أن يشعروا بأنهـم عرفـوا شيـئاً مـن العلـم لـم يكونـوا مـن قبـل علـى علـم بـه..
⇜ رفعـوا بـه رؤوسهـم، وظنـوا أنهـم قـد احاطـوا بكـل شـئ علمـاً !
فتسلـط عليهـم الغـرور والعجـب، ونخشـى أن يشملهـم قـول الرسـول صلـى اللـه عليـه وسلـم:
{ثـلاث مهلكـات: شـح مطـاع، وهـوى متبـع، واعجـاب كـل ذي رأي برأيـه} ]. الهدى والنور 861

"Bencana para pemuda muslim di era ini adalah bahwa hanya dengan merasa telah mengetahui sedikit dari ilmu yang mereka belum ketauhi sebelumnya.... Langsung mereka mengangkat kepala mereka dan mengira bahwa mereka telah meliputi seluruh ilmu!,
maka sifat sombong dan ujub menguasai mereka,
dan kami takut mereka masuk ke dalam sabda Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Tiga hal yang mendatangkan kebinasaan;
sifat bakhil yang ditaati,
hawa nafsu yang diikuti,
dan TAKJUBNYA SESEORANG YANG PUNYA PENDAPAT DENGAN PENDAPATNYA."
Lihat Silsilah Al Huda wa An Nur; 861.

Ikuti terus, semoga mendapat ilmu bermanfaat:
https://telegram.me/ahmadzainuddin62

Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc hafizhahullah

===============
Update info kajian!
Youtube: dakwahsunnah
Twitter: twitter.com/dakwahsunnah_ID
Telegram: telegram.me/dakwahsunnahdotcom
IG: instagram.com/dakwahsunnah
BBM: www.pin.bbm.com/C004BD41C
********************
Ini Penyebab Dosaku

- Manusia tdk pernah lepas dari dosa. Pasti Selalu melakukan kesalahan. dan Sebaik-baik orang yang selalu melakukan kesalahan adalah orang yang bertaubat kepada Allah.

- Mengapa manusia banyak dosa?
Ada beberapa sebab, diantaranya adalah DI DALAM DIRI SETIAP MANUSIA TERDAPAT SIFAT-SIFAT BURUK PENYEBAB DOSA DAN MAKSIAT.

- Ibarat penyakit maka kita harus tahu penyebabnya dan berusaha menghindari penyebab sakit itu.

- Seorang muslim yang cerdas adalah seorang muslim yang tidak masuk ke dalam lobang maksiat yang sama dua kali.

- Mengetahui keburukan harus karena agar tidak terperosok ke dalamnya.

Hudzaifah bin Yaman radhiyallahu 'anhu berkata: "Orang-orang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang kebaikan tapi aku bertanya tentang keburukan, karena aku khawatir terperosok ke dalam keburukan tersebut."

- Manusia melakukan dosa bukan hanya karena iblis (setan dan jin). Buktinya kemaksiatan tetap terjadi di bulan ramadhan walaupun setan dan jin telah dibelenggu.

DAN SALAH SATU PENYEBAB UTAMANHA ADALAH SIFAT-SIFAT BURUK MANUSIA ITU SENDIRI.

Sifat-sifat Buruk Penyebab Dosa:

1. Terdapat di dalam surat Hud: 9.
وَلَئِنْ أَذَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إِنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ
Artinya: 
"Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih."
QS. Hud: 9

- Sifat buruk manusia Pertama adalah APABILA IA MENDAPAT NIKMAT LALU DIUJI OLEH ALLAH LANGSUNG BERPUTUS ASA DAN TIDAK MENSYUKURI NIKMAT TERDAHULU. Padahal nikmat yg dicabut hanya sedikit saja.
Menuduh Allah tdk adil, menuduh Allah selalu menyengsarakannya.

- Tentang Syukur:

a. Selalu bersyukurlah kpd Allah di setiap keadaan, baik ketika dapat nikmat ataupun tatkala diuji dengan dicabut sedikit nikmat tersebut.
b. Nikmat yang wajib disyukuri bukan hanya harta, tetapi juga Islam, Iman, hidayah dan kesehatan.
c. Nikmat Mata lebih berharga dibandingkan nikmat harta, jika tidak ada mata maka harta tidak akan ada rasanya.
d. Salah satu Target operasi Iblis adalah
MEMBUAT MANUSIA TIDAK BERSYUKUR! KARENA DI BALIK SYUKUR TERDAPAT TAUHID!
Allah Taala berfirman:
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
Artinya:
"Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus."

ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
Artinya:
"Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)."
QS. Al A'raf:16-17.
e. Bersabarlah atas segala ujian yang Allah berikan dan janganlah menuduh Allah yang bukan-bukan, seperti sabarnya Nabi Ayyub alaihissalam tatkala menderita penyakit di sekujur tubuhnya, sampai-sampai ditinggal oleh anak dan istrinya.
f. Merubah Pola fikir tentang nikmat Allah yang wajib disyukuri, bahwa Nikmat bukan hanya uang/harta, tetapi salah satu nikmat terbesar adalah Kesehatan yaitu Mata.

2. Terdapat dalam surat Hud: 10.
وَلَئِنْ أَذَقْنَاهُ نَعْمَاءَ بَعْدَ ضَرَّاءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ السَّيِّئَاتُ عَنِّي ۚ إِنَّهُ لَفَرِحٌ فَخُورٌ
Artinya:
"Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: "Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku"; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga."
QS. Hud:10.
- Sifat buruk kedua adalah JIKA MENDAPAT NIKMAT SETELAH KESULITAN, MAKA IA LALAI, LUPA DIRI DAN SOMBONG.
-Contoh:
Cerita 3 orang miskin yang diuji oleh Allah, orang Botak, orang Penyakit Kulit dan orang tuna netra, setelah mereka disembuhkan dan diberi harta oleh Allah, mereka lalai dan sombong kecuali seorang yang tunanetra tadi.
- KELEBIHAN YANG DIBERIKAN TERKADANG MEMBUAT ORANG LALAI DAN SOMBONG.
Contoh:
Qarun yang lalai dan sombong karean diberi harta.
Firaun yang lalai dan sombong karena

diberi kekuasaan.
Ifrit yang sombong karena diberi kekuatan.
dan begitulah setiap orang yang diberikan kelebihan akan lalai dan sombong kecuali seorang yang menyandarkan kelebihan tersebut kepada Allah Taala.

3. Terdapat dalam surat Ibrahim: 34.
وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
Artinya:
"Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." QS. Ibrahim:34.
- Sifat buruk yg ketiga adalah MANUSIA JIKA DAPAT NIKMAT CENDERUNG BERBUAT ZHALIM DENGAN NIKMAT TERSEBUT, YAITU TIDAK MELETAKKAN NIKMAT ITU PADA TEMPATNYA, TIDAK MENJADIKAN NIKMAT TERSEBUT LEBIH TAAT KEPADA ALLAH.
- TAHAPAN YANG SEMPURNA UNTUK BERSUKUR KEPADA ALLAH:
1. Mengenal keberadaan nikmat
2. Mengenal pemberi nikmat
3. Mencintai pemberi nikmat
4. Patuh kepada pemberi nikmat
5. Letakkan nikmat tersebut ke dalam ketaatan
- Contoh :
a. ketika manusia mendapatkan kesehatan, dia tdk menggunakan sehatnya tsb utk beribadah kpd Allah.
b. Ketika manusia mendapatkan harta, dia tdk menggunakan harta tsb dijalan Allah - zakat, infaq, membantu orang lain, berqurban dg domba yg paling bagus.
- KETAUHILAH, SETIAP KETAATAN ADALAH BENTUK BERSYUKUR KEPADA ALLAH.
- Faedah bersyukur :
A. Membuat nikmat semakin bertambah
B. Membuat org tdk sombong dan congkak
C. Terhindar dr sikap ujub

4. Terapat dalam surat Al Isra:11
وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا
Artinya: "Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa." QS. Al Isra': 11.
- Sifat buruk manusia yang keempat adalah TERGESA-GESA DALAM KEINGINAN MEMPEROLEH SESUATU.
Contoh:
Suami pulang ke rumah setelah kerja melihat rumah berantakan istri lagi tidur, maka suami jgn tergesa untuk memarahi istri, karena ada beberapa alasan istri seperti itu. begitupula jika istri melihat suami mungkin lupa atas pesanan sesuatu.

5. Terdapat dalam surat An Nahl:4
خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ
Artinya: "Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata." QS. An Nahl:4.
- Sifat buruk manusia yg kelima adalah SUKA BERKELAHI DAN SUKA BERDEBAT.

6. Terdapat dalam surat An Nisa:28.
يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا
Artinya: "Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah." QS. An Nisa:28.
- Sifat buruk manusia ke enam adalah MANUSIA LEMAH TERHADAP SYAHWAT WANITA.
- Kelemahan laki-laki terbesar adalah di dalam perihal wanita.
- Jangan pernah main-main terhadap godaan wanita.
- Laki-laki yang melihat wanita, maka wanita tersebut akan dibuat indah oleh setan.
- Salah satu Nikmat Allah yang terbesar adalah seseorang dijauhkan dari maksiat. Maka Bersyukurlah apabila kita diberi nikmat terhindar dari perbuatan keji, dari zina, dari mencari barta dengan cara yang haram.

Resume kajian "INI PENYEBAB DOSAKU"

ditulis oleh Ust. Ahmad Zainuddin Al Banjary
Selasa, 2 Rabiuts Tsani, 1437 H, Banjarmasin.

Update info kajian!
Subs channel: youtube.com/masjidimamsyafii
Follow Twitter: twitter.com/dakwahsunnah_ID
Join Channel: telegram.me/dakwahsunnahdotcom
Follow IG: instagram.com/dakwahsunnah
**********************

📣 Seandainya Tidak Ada Aku ...

🌵 Ada semacam bangga ketika biasa memberikan sesuatu kepada orang lain. Rasanya menjadi lebih baik dari selainnya. Karena kita sebagai pemberi, telah memberikan jasa dan kebaikan. Sehingga kita menganggap diri kita mempunyai hak yang harus ditunaikan oleh orang tersebut. Buktinya, ketika orang tadi diam, tidak berterima kasih, ada sesuatu dalam diri kita.

⚖️ Apakah demikian? Siapakah yang menjamin bahwa pemberi lebih baik dari yang diberi? Padahal belum tentu sang pemberi adalah orang yang ikhlas, tanpa pamrih manusia. Bisa jadi pula sang penerima adalah seorang yang menjaga kehormatannya, bukanlah tipe orang yang suka meminta-minta.

👑 Bukankah bangga diri, merasa lebih baik dari orang lain itu adalah ujub? Bukanlah ujub adalah pangkal kesombongan? Sementara Allah subhanahu wata'ala mengharamkan surga bagi manusia yang sombong. Nampaknya kita harus sering memberi dan berbagi, agar hati bisa selalu berlatih untuk tidak merasa lebih baik daripada orang lain. Di samping terus belajar bersyukur atas berbagai kemudahan itu.

💦 Bersedih atau marah ketika datang kritikan, tidak mau dicacat dan disalahkan. Apabila kita seperti itu, maka selayaknya waspada terhadap ancaman di belakangnya yang jauh lebih besar. Ketika semangat semakin menyala saat dipuji, usaha bertambah giat dengan sanjungan orang, maka pastikan bahwa kita telah mengidap penyakit berbahaya. Segera lakukan terapi khusus untuk memupusnya. Tabiat suka pamer, ingin dilihat dan diperhatikan, tidak suka dikritik dan disalahkan adalah bibit-bibit riya’. Sebelum menjadi sebab batalnya pahala, kita harus segera mengusirnya.

✖️Di antara bibit riya’, ketika salah satu dari kita sibuk mencari berbagai alasan. Saat tidak tampak dalam kegiatan bersama, berbagai agenda dadakan disampaikan. Khawatir kalau keberadaan kita diragukan. Khawatir seandainya adanya kita dianggap tidak ada. Intinya bagaimana agar kita tetap sebagai orang yang penting. Wah!

🌀 Memang berat menjaga keikhlasan. Sungguh sulit menghilangkan riya dan senang dipuji. Apalagi bentuk riya’ sangat beragam jenis dan macamnya. Abdullah bin Abbas rahimahullah menjelaskan, “Tandingan adalah kesyirikan. Lebih lembut dari langkah semut hitam yang berjalan di atas batu hitam dalam gelapnya malam.” [Tafsir Ibnu Katsir surat Al Baqarah:22].

📎 Pantas saja, Nabiyullah Ibrahim alaissalam , sangat takut dari kesyirikan ini. Padahal beliau adalah kekasih Allah subhanahu wata'ala, Ayah para nabi, Imam ahli tauhid. Perhatikan doa beliau yang artinya, “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, ‘Ya Rabbku, jadikanlah negeri Ini (Makkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.’” [Q.S. Ibrahim:35].

📖Ibrahim At Taimiy rahimahullah, seorang ulama generasi tabi’in mengatakan, “Lalu siapakah yang merasa aman dari bencana ini (kesyirikan), padahal Nabi Ibrahim ‘alaihis salam tidak merasa aman darinya?” [Tafsir Ibnu Jarir dan Tafsir Ibnu Abi Hatim].

✔️ Nampaknya hanya rahmat Allah subhanahu wata’ala yang kita harapkan dari kesungguhan menuntut ilmu agar bisa mengenal dan mengidentifikasi berbagai bentuk riya’. Setelahnya, semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan taufik kepada kita untuk bisa menjauhinya.

✍️[Ustadz Farhan]

Sumber: http://tashfiyah.com/kalo-bukan-karena-aku/
📤@majalahtashfiyah

PUBLIKASI

✍ FIK

📲http://bit.ly/Forum_ilmiyahKarangAnyar
╚═══════🔎📚

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sifat musyabahah dan mubalaghoh

HASAD 2