Aqidah kuat
Aqidah Kuat, Bangsa Hebat
Ari Wahyudi, Ssi. 9 November 2012 0 Komentar

Bukanlah sesuatu yang diragukan oleh setiap orang yang berakalasia bahwa sebuah bangunan dengan kokoh tanpa pondasi menjadi perkara yang terlupakan. Demikian pula agama ini, betapa sulit menemukan -atau bahkan tidak ada- sosok seorang muslim yang mengagungkan syi'ar-syi'ar Islam dan menunaikan berbagai aturannya dengan konsisten kecuali mereka adalah sosok orang-orang yang beraqidah yang lurus.
Yang kita bicarakan tanpa semangat tanpa ilmu atau gerakan yang tidak dilandasi oleh pertimbangan-pengamatan yang matang. Saat ini sedang kita perbincangkan saat ini -di tengah yang penuh dengan terpaan syubhat dan syahwat di atmosfir kehidupan kaum muslimin di berbagai belahan dunia- adalah kemalaman para pemuda yang membangun berbagai kegiatan di atas buku-buku agama yang bersumber dari al-Kitab dan sebagai -Sunnah dengan mode penghitungan salafush shalih. Orang-orang yang meyakini bahwa setiap ucapan yang terlontar dari lisan mereka akan dicatat. Orang-orang yang percayaini bahwa setiap gerakan-geriknya selalu diawasi oleh Allah subhanahu wa ta'ala, Raja Yang Menguasai Kerajaan langit dan bumi. Orang-orang yang melandasi langkah-langkahnya dengan niat ikhlas dan mengikuti ajaran Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam .
Saudara-saudaraku sekalian, dari orang-orang muda yang menyimpan kekuatan yang bekerja di jiwa dan raganya. Orang-orang tua di masa silam, orang-orang yang pernah mendengar tentang anak-anak, orang-orang Kahfi yang disebutkan oleh Allah tentang keadaan mereka yang kita lakukan bersama, Allah berfirman yang tidak,
نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ نَبَأَهُمْ بِالْحَقِّ إِنَّهُمْ فِتْيَةٌ آَمَنُوا بِرَبِّهِمْ وَزِدْنَاهُمْ هُدًى
“ Kami mengisahkan cerita mereka kepada Anda dengan benar, kenyataannya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada Rabb mereka, dan Kami menambahkan kepada mereka petunjuk. ”(QS. Al-Kahfi [18]: 13).
Pula di hari kiamat nanti Allah akan memberikan naungan-Nya kepada sosok pemuda yang tumbuh dalam kegiatan ibadah untuk Rabbnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallambersabda tentang hal ini, “ Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapatkan naungan dari Allah di hari kompilasi tiada naungan Namun naungan-Nya, .. ”diulang adalah,“ Seorang pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah. ”(HR. Bukhari dan Muslim).
Kebangkitan para pemuda dari berbagai belahan dunia untuk dilewatkan agama ini dari penghinaan musuh-musuh-Nya adalah kabar gembira yang menyejukkan hati. Namun yang kita katakan adalah sebuah revolusi yang tidak menjadikan ilmu syar'i dan para ulama sebagai pemandu perjuangan mereka. Mereka bergerak dan bertindak tanpa koordinasi, tanpa perhitungan yang matang, membabi buta dan serampangan. Maka muncullah berbagai aksi pengeboman di tempat-tempat umum, pembunuhan tanpa alasan, gerakan-gerakan rahasia untuk menghasut rakyat dalam rangka menggulingkan pemerintahan, bahkan tidak jarang kita mendengarkan caci maki dan celaan pun mereka kepada manusia-manusia pewaris para nabi yaitu para ulama.
Saudara-saudaraku sekalian, para pemuda yang merindukan kejayaan Islam dan kaum muslimin di muka bumi ini, ketahuilah bahwa kejayaan yang kita dambakan tidak akan terwujud tanpa keikhlasan, kucuran keringat, pikiran perasan, ketundukan kepada Allah, dan tetesan air mata taubat dan penyesalan. Janganlah Anda akan tahu bahwa para sahabat dulunya bisa menang menaklukkan berbagai negeri dalam jangka waktu yang tidak lama, karena kekuatan materi yang mereka miliki. Janganlah kau dan bayangkan orang yang keras seperti Umar bin Khattab bisa masuk Islam dan menjadi pembelanya hanya semata-mata karena upaya sendiri atau ajakan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Namun lebih dari itu semua, kemenangan, petunjuk dan ketegaran yang mereka dapatkan adalah berkat taufik dan anugerah dari Allah ta'ala yang diberikan-Nya kepada bagi yang dikehendaki-Nya.
Allah ta'ala berfirman tentang Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam ,
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ
“ Sesungguhnya Kamu mungkin bisa memberikan petunjuk kepada orang yang kamu senangi akan tetapi Allah yang memberikan petunjuk kepada siapa saja yang Allah kehendaki. ”(QS. Al-Qashash [28]: 56).
Oleh sebab itu Ibnul Qayyim mengatakan di dalam sebuah kitabnya, “Asas segala orang adalah pengetahuan yang kamu miliki bahwa apa yang Allah kehendaki pasti terjadi dan apa yang tidak Allah inginkan tidak akan terjadi. Dengan demikian maka pastilah bahwasanya segala sesuatu adalah berkat dari nikmat-Nya, Anda akan mengharuskan mensyukurinya dan merendahkan diri untuk memohon agar-Nya agar Dia tidak memutus kenikmatan itu darimu. Dan juga menjadi terang bahwasanya segala keburukan itu timbul akibat tidak mendapatkan bantuan dari-Nya dan tertimpa hukuman-Nya. Oleh sebab itu segeralah kamu memohon kepada-Nya agar Dia menghalangimu agar tidak terperosok ke sana. Dan juga mintalah kepada-Nya agar tidak memungkinkan untuk melakukan dan menghapus kejelekan. Semua orang yang mengenal Allah pun telah mengusulkan agar kebaikan dan hal-hal seperti itu karena taufik dari Allah kepada hamba. Dan mereka pun mengeluarkan bahwa segala sesuatu adalah akibat dari hamba tidak mendapatkan pertolongan dari-Nya… ”(al-Fawa'id , hal. 94).
Sesungguhnya perjuangan yang bisa mengantarkan generasi pendahulu ini menuju kejayaan bukan akibat kekarnya tubuh mereka, lengkapnya persenjataan mereka, atau harta mereka yang melimpah ruah di mana-mana. Akan tetapi karena Allah ta'ala melihat hati-hati mereka dan Allah menemukan bahwa hati mereka adalah hati-hati yang bersih dari syirik dan menyegarkan hati untuk selain-Nya, Menghasilkan hati baik-baik saja manusia yang pernah hidup di jagad raya ini. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu mengatakan,
إن الله نظر في قلوب العباد فوجد قلب محمد صلى الله عليه وسلم خير قلوب العباد فاصطفاه لنفسه فابتعثه برسالته ثم نظر في قلوب العباد بعد قلب محمد فوجد قلوب أصحابه خير قلوب العباد فجعلهم وزراء نبيه يقاتلون على دينه
“ Sesungguhnya Allah melihat hati para hamba. Dan Allah dapati hati Muhammad adalah sebaik-baik hati manusia maka Allah pun memilihnya untuk diri-Nya dan Allah bangkitkan dia sebagai pembawa risalah-Nya. Kemudian Allah melihat hati hamba-hamba yang lain setelah hati Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian Allah dapati bahwa hati para sahabatnya adalah sebaik-baik hati manusia. Maka Allah pun menjadikan mereka sebagai pembantu nabi-Nya dan berperang bersama beliau untuk melepaskan agama-Nya… ”(HR. Ahmad di dalam Musnadnya, dihasankan al-Albani dalam Takhrij at-Thahawiyah)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “ Sebaik-baik manusia adalah di masaku (para sahabat), kemudian orang-orang mereka (tabi'in), kemudian orang-orang setelah mereka (tabi'ut tabi'in). ”(HR. Bukhari dan Muslim). Kita kita kita telah telah mengetahui mengetahui mengetahui bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama Allah bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama bersama Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Allah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “ Sesungguhnya Allah menggantikanmu dengan siapa pun Anda miliki. Akan tetapi Allah melihat hati dan amal kalian.(HR. Muslim). Apakah akan kita katakan bahwa para sahabat itu hanya baik dari sisi lahirnya sementara mereka tidak ubahnya seperti selembar Abdullah bin Ubay bin Salul (gembong munafikin)? Allah Allah juga telah memerintahkan dalam kitab-Nya bahwa orang-orang yang senantiasa mengagungkan syi'ar-syi'ar-Nya -dan para sahabat adalah orang yang terdepan dalam hal itu- adalah orang-orang yang memendam ketakwaan dalam lubuk hatinya. Allah ta'ala berfirman,
ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
“ Demikianlah, barangsiapa yang mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya hal itu muncul dari ketakwaan yang ada di dalam hati. ”(QS. Al-Hajj [22]: 32).
Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan di dalam tafsirnya bahwa yang berhubungan dengan syi'ar-syi'ar Allah adalah perintah-perintah-Nya. Dan salah satu bentuk mengagungkan syi'ar Allah adalah dengan mengagungkan permainan kurban. Hal itu tentu tafsiran yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas yang mengatakan, "Yang pertengkaran mengagungkannya adalah dengan memilih hewan kurban yang gemuk dan baik." ( Tafsir al-Qur'an al-'Azhim , 5/310).
Nah, mungkin saja kita akan mengatakan bahwa para sahabat yang tidak hanya memilih hewan kurban yang gemuk untuk berkurban; mereka pun rela menyumbangkan apa saja yang mereka punyai demi dakwah Islam, bahkan di antara mereka ada yang rela menyerahkan tubuh sendiri untuk menjadi sasaran anak-anak demi baju Nabi shallallahu 'alaihi wa sallamdari anak panah orang-orang kafir dalam pertempuran, apakah akan kita katakan bahwa para sahabat adalah para penjahat yang berperilaku laksana musang dan domba yang bisa menjadi agama kafir sesudah wafatnya Nabi? Sayangnya Nabi sendiri telah bersabda dengan wahyu yang diwahyukan terang, “Janganlah kamu mencela para sahabatku! Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya ada salah seorang di antara kalian yang berinfak dengan emas sebesar gunung Uhud, maka itu bisa disamai satu lumpur (satu tangan dua telapak tangan) infak mereka, tidak juga setengahnya. (HR. Muslim).
Apakah yang membedakan tubuh kita dengan tubuh para sahabat? Mereka punya kaki, tangan dan indera yang dapat diisi. Mereka mengeluarkan harta untuk berinfak dan kita pun mengeluarkannya. Mereka mengerjakan shalat, dan kita pun mengerjakannya seperti mereka. Mereka makan dan minum dari kami juga butuh makan dan minum. Namun, ketahuilah saudaraku, apa yang terjadi di dalam dada tidak bisa dan yang terkonsentrasi di dalam para para sahabat. Mereka memiliki keimanan laksana gunung. Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu mengatakan, “ Seandainya iman yang Anda Abu Bakar ditimbang dengan iman segenap penduduk bumi (tidak para nabi, pena), niscaya timbangannya lebih berat dari timbangan iman mereka.(HR. Al-Baihaqi dalam Syu'ab al-Iman). Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu'anhu mengatakan, “ Barangsiapa di antara kalian yang ingin meniti sebuah jalan maka ikutilah jalan yang lewat oleh para ulama yang sudah meninggal itu yaitu para sahabat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Mereka adalah manusia-manusia terbaik dari orang ini. Hati mereka lebih baik, dan ilmu mereka lebih dalam, juga paling sedikit membeban-bebani diri. Satu kaum yang telah dipilih oleh Allah untuk menemani Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam dan mentransfer agama-Nya, maka tirulah akhlak dan jalan hidup mereka. Karena mereka berada di atas petunjuk yang lurus. ”(HR. Al-Baghawi dalam Syarh as-Sunnah , dil intensif al-Albani dalam Takhrij al-Misykat ).
Maka janganlah heran apa yang Anda dengar Anas bin Malik radhiyallahu'anhu mengatakan, “ Sesungguhnya kalian benar-benar melakukan perbuatan-perbuatan yang dalam pandangan kalian sangat sepele dan ringan -lebih ringan daripada rambut-, padahal bagi kami yang hidup di masa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kami menganggapnya termasuk perkara yang mencelakakan. ”(HR. Bukhari). Tidak ada para sahabat dengan segenap kemuliaan yang mereka sandang -di antara mereka ada sepuluh orang yang cocok masuk surga, dan seribu empat ratus lebih orang yang memungkinkan masuk ke dalam surga-ters hati mereka lihat lembut dan mulia. Ibnu Abi Mulaikah menceriterakan diriwayatkan oleh Bukhari di dalam Sahihnya, “Aku telah bertemu dengan tiga puluh orang sahabat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallamdan mereka semua merasa khawatir di dalam diri terjangkit kemunafikan. ”memuaskanlah dengan kondisi sebagian kita pada hari ini; yang dengan mudah mengerjakan hal-hal yang makruh, yang dengan ringan Langganan dengan alasan-alasan yang dibuat-buat, yang dengan enteng lepas perkara sunnah, yang dengan santai menyia-nyiakan acara untuk mencapai perkara yang lebih utama. Aduhai, betapa hebatnya derajat dengan mereka laksana manusia langit dengan bumi!
Para sahabat adalah orang-orang yang sangat mudah menerima nasihat. Hal itu dapat dilakukan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Irbadh bin Sariyah. Dia menceritakan, “ Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menasihati kami dengan sebuah tips yang membuat hati-hati bergetar dan mata mencucurkan air mata… ” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Inilah Linley orang-orang yang benar-benar beriman. Hati yang bergetar kompilasi roman tentang kebesaran Allah dan ayat-ayat-Nya. Allah ta'ala berfirman yang berarti, “ Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang menyebut nama Allah sebagai manusia (takut), dan dibedakan dengan mereka ayat-ayat-Nya kemudian iman mereka bertambah. Dan mereka hanya bertawakal kepada Rabb mereka.”(QS. Al-Anfal [8]: 2).
Para sahabat adalah orang-orang yang sangat bersemangat dalam meraih kebaikan. Mereka berlomba-lomba dengan segala kemampuan yang ada untuk dapat mencapai ketinggian di sisi-Nya. Karena mereka sadar bahwa kemuliaan di sisi Allah adalah pemberitahuan dengan kejaksaan, bukan dengan uang, kecantikan, jabatan, ada relasi atau polularitas. Allah ta'ala berfirman yang artinya, “ Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa di antara kalian. ”(QS. Al-Hujurat [49]: 13). Salah seorang di antara mereka datang kepada Rasulullah dan mengatakan, " Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepada Anda amater yang membuat saya dicintai Allah dan buku oleh manusia ...”(HR. Ibnu Majah). Di waktu yang lain ada juga yang mengatakan kepada beliau, " Wahai Rasulullah katakanlah kepadaku yang berarti dalam Islam yang tidak akan saya tanyakan untuk selainmu ... " (HR. Muslim). Ada yang mengatakan kepada beliau, “ Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepada saya, amalan yang bisa memasukkan saya ke dalam surga dan menjauhkan saya dari api neraka… ” (HR. Tirmidzi). Orang-orang yang tidak berhadiah di antara mereka pun ingin beramal orang yang kaya di antara mereka. Mereka mengatakan, “ Orang-orang kaya pergi dengan membawa pahala-pahala mereka. Menyebut mereka shalat berbeda kami shalat. Mereka berpuasa beda kami berpuasa, namun mereka bisa bersedekah dengan kelebihan mereka (bukan kami, pena) ..(HR. Muslim). Lihatlah tinggi cita-cita mereka!
Para sahabat adalah orang-orang yang menunjung tinggi sabda-sabda dan petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Ibnu Abbas mengatakan, “ Hampir-sangat saja turun hujan batu dari langit kepada kalian; Saya katakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda demikian, namun katakanlah bahwa Abu Bakar dan Umar mengatakan lain!”(HR. Abdur Razzaq). Memenuhi dengan orang-orang yang ada di masa itu, yang telah menolak hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan dalih berurusan dengan akal, bahkan ada lagi yang berani menuduh -hadits yang disepakati para ulama tentang keabsahannya- sebagai hadits yang bertentangan dengan ayat al-Qur- 'sebuah; Mereka mengatakan bahwa anjing tidak haram dimakan. Ada pula orang-orang yang tidak paham ilmu hadits menolak hadits-hadits ahad dalam masalah aqidah dengan alasan hadits ahad tidak menghasilkan kebenaran yakin. Wahai kaum muslimin, kekhilafahan, daulah, dan ketenteraman seperti apakah yang kalian dambakan jika para pejuangnya masih belepotan dengan kerancuan pikiran dan penyimpangan manhaj semacam ini ?!
Para sahabat adalah orang-orang yang mengimani nama-nama dan sifat-sifat Allah, tanpa menolak, tanpa menyelewengkan dan tanpa menyerupakan. Oleh sebab itu jawaban yang ditanya tentang makna istiwa 'Imam Malik mengatakan, “Istiwa' sudah dimengerti maknanya. Namun tata cara tidak diketahui, dan meminta tentang tertutup adalah bid'ah. ”(HR. Al-Baghawi dalam Syarh as-Sunnah).
Ini adalah satu hal yang menunjukkan kepada kita -wahai Muslim yang hidup di sepanjang jaman- yang terjadi dan digapai oleh para sahabat bukan semata-mata karena mereka adalah pedang mereka, yang sangat kuat biasa, atau persatuan mereka yang kokoh dan erat. Namun, lebih dari itu, keberhasilan yang mereka raih terlahir dari pengagungan hati mereka kepada Sang Penguasa alam semesta Allah subhanahu wa ta'ala. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “ Ingatlah bahwa di dalam tubuh ada segumpal daging. Itu dia baik, maka baiklah seluruh anggota badan. Dan kalau ia rusak, maka rusaklah seluruh anggota badan. Ketahuilah ia adalah jantung. ”(HR. Bukhari dan Muslim). Perlulah hati untuk amalan, ibarat hati bagi anggota badan.
Maka sekarang kita akan bertanya kepada diri kita masing-masing: Di tengah derasnya gelombang dekadensi moral dan pemulihan akhlak, perancuan akidah dan penyesatan pikiran yang melanda tuhan Islam di negeri ini, apakah ada wujud para pemuda yang giat beragama aqidah Islam dan membelanya dari serangan musuh -musuh-Nya. Dia tekuni buku-buku aqidah yang ditulis para ulama; Tsalatsatul Ushul , Qawa'idul Arba ' , Kasyfu Syubuhat , Kitabut Tauhid , Fathul Majid dan lain sebagainya untuk Menyembuhkan dirinya dan kemudian dia gunakan untuk menyadarkan hati-hati kaum muslimin untuk tidur demi mereka, membangkitkan kesadaran mereka untuk kembali kepada kemuliaan Islam yaitu dengan berpegang teguh dengan al-Qur'an dan sebagai -Sunnah dengan cara para sahabat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “ Sesungguhnya Allah akan menaikkan derajat dengan golongan kitab (al-Qur'an) dan Allah juga akan merendahkan sebagian yang lain lainnya. (HR. Muslim).
Apakah sekarang -di negeri ini- kita bisa memimpikan berdirinya sebuah Negara Islam yang berhukum dengan al-Qur'an dan as-Sunnah dalam berbagai sisi kehidupan, sementara dalam berbagai arti hanya sekali di antara kaum muslimin yang belum memahami pakaian yang sesuai dengan syari 'di -terlebih khusus kaum muslimah-? Apakah kita sekarang bisa mengangankan tegaknya dakwah Islam itu di tengah-tengah kita pornografi, kesyirikan, kebid'ahan, perbuatan keji dan kemaksiatan dikerjakan dengan terang-terangan di mana-mana? Apakah sekarang kita bisa merindukan suatu kekhilafahan seperti kekhilafahan Umar bin Abdul Aziz yang sangat keras dalam menegakkan keadilan, padahal di antara kita kezaliman yang paling besar yaitu syirik dibiarkan bahkan dipromosikan melalui berbagai media dan sarana? Apakah kita sekarang bisa mencita-citakan perubahan perdamaian dan kehidupan yang tenteram, sementara orang-orang yang merusak aqidah Muslim dan mengobrak-abrik pondasi-pondasi dari agama berkeliaran dan mengumbar racun-racun pemikiran dari tubuh mereka muslimin dari ruh mereka? Lihatlah apa yang telah mereka perbuat: Mereka bela mati-matian aliran-aliran sesat demi mengatasnamakan ruang dan kebebasan ala Iblis yang berani menolak perintah Tuhannya. Seolah-olah mereka berkata kepada kami: Silakan kalian bersyahadat kalianilah selaluilah Islam isyarat Abdullah bin Ubay bin Salul (gembong munafikin)! sementara orang-orang yang merusak aqidah Muslim dan mengobrak-abrik pondasi-pondasi agama berkeliaran dan mengumbar racun-racun pemikiran? Lihatlah apa yang telah mereka perbuat: Mereka bela mati-matian aliran-aliran sesat demi mengatasnamakan ruang dan kebebasan ala Iblis yang berani menolak perintah Tuhannya. Seolah-olah mereka berkata kepada kami: Silakan kalian bersyahadat kalianilah selaluilah Islam isyarat Abdullah bin Ubay bin Salul (gembong munafikin)! sementara orang-orang yang merusak aqidah Muslim dan mengobrak-abrik pondasi-pondasi agama berkeliaran dan mengumbar racun-racun pemikiran? Lihatlah apa yang telah mereka perbuat: Mereka bela mati-matian aliran-aliran sesat demi mengatasnamakan ruang dan kebebasan ala Iblis yang berani menolak perintah Tuhannya. Seolah-olah mereka berkata kepada kami: Silakan kalian bersyahadat kalianilah selaluilah Islam isyarat Abdullah bin Ubay bin Salul (gembong munafikin)! Mereka bela mati-matian aliran-aliran sesat demi mengatasnamakan rentasan dan penangguhan ala Iblis yang berani menolak perintah Tuhannya. Seolah-olah mereka berkata kepada kami: Silakan kalian bersyahadat kalianilah selaluilah Islam isyarat Abdullah bin Ubay bin Salul (gembong munafikin)! Mereka bela mati-matian aliran-aliran sesat demi mengatasnamakan rentasan dan penangguhan ala Iblis yang berani menolak perintah Tuhannya. Seolah-olah mereka berkata kepada kami: Silakan kalian bersyahadat kalianilah selaluilah Islam isyarat Abdullah bin Ubay bin Salul (gembong munafikin)!
Melihat fenomena penyimpangan aqidah yang begitu marak akhir-akhir ini apa para penggerak dakwah di berbagai penjuru negeri ini tidak tersadar bahwasanya memang kerusakan yang terjadi ini adalah aqidah dan akhlak mereka kepada Rabbnya. Sudah ada selayaknya mereka bersatu padu dan bahu membahu bersih bumi pertiwi ini dari sampah-sampah kesyirikan, pemikiran liberal dan aliran-aliran sesat lagi menyimpang. Adakah seorang muslim yang mengatakan bahwa orang yang mempersekutukan Allah dalam beribadah sebagai orang yang berakhlak? Kebenaran akhlak pada diri orang yang menyatakan bahwa kita tidak mewajibkan syari'at Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam? Di antara sikap-sikap rendah hati pada diri orang yang mengatakan bahwa keyakinan bahwa Islam sudah sempurna menjadi salah satu bentuk kemalasan berpikir?
-
Penulis: Ari Wahyudi
Artikel Muslim.Or.Id
Baca selengkapnya. Klik https://muslim.or.id/10606-aqidah-kuat-bangsa-hebat.html
Komentar
Posting Komentar